A. karya ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Kebijakan moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro. Kebijakan moneter ditujukan untuk mendukung tercapainya sasaran ekonomi makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan, dan keseimbangan neraca pembayaran (Iswardono, 1997).

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 Pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation targeting framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating).

Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu .

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan pinjaman atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan prinsip syariah. Dalam penelitian ini saya menggunakan uang primer, BI Rate, indeks harga konsumen (IHK) dan pinjaman sebagai variabel bebas di dalam kebijakan moneter.

Kerangka kerja kebijakan moneter Inflation Targeting Framework (ITF) diterapkan secara formal sejak Juni 2005, setelah sebelumnya menggunakan kebijakan moneter yang menerapkan uang primer (Money Base Targeting Framework) sebagai sasaran kebijakan moneter. Dengan kerangka ini, Bank Indonesia secara eksplisit mengumumkan sasaran inflasi kepada publik dan kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut. Untuk mencapai sasaran inflasi, kebijakan moneter dilakukan secara forward looking, artinya perubahan stance kebijakan moneter dilakukan melalui evaluasi apakah perkembangan inflasi ke depan masih sesuai dengan sasaran inflasi yang telah dicanangkan. Dalam kerangka kerja ini, kebijakan moneter juga ditandai oleh transparansi dan akuntabilitas kebijakan kepada publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kecenderungan sejumlah bank-bank sentral di dunia menggunakan inflation targeting framework dalam kebijakan moneter sebagai rasa ketidakpuasan terhadap penggunaan besaran-besaran moneter yang bersifat forward looking, dengan memfokuskan secara langsung pada kestabilan harga atau inflasi yang rendah sebagai sasaran tunggal akhir. Pemilihan inflasi sebagai sasaran akhir sejalan dengan kecenderungan perkembangan terakhir bank-3 bank sentral di dunia, dimana banyak bank sentral yang beralih untuk lebih memfokuskan diri pada upaya pengendalian inflasi (Cahya, 2010)

Secara operasional, stance kebijakan moneter dicerminkan oleh penetapan suku bunga kebijakan (BI Rate) yang diharapkan akan memengaruhi suku bunga pasar uang dan suku bunga deposito dan suku bunga kredit perbankan. Perubahan suku bunga ini pada akhirnya akan memengaruhi output dan inflasi (Bank Indonesia, 2013).

Menghitung nilai barang dan jasa (output) yang dihasilkan oleh perekonomian suatu negara dalam periode satu tahun sering menggunakan Pendapatan Domestik Bruto sebagai salah satu pengukuran tingkat pendapatan nasional suatu negara. Jika besaran PDB nominal selalu mengalami peningkatan, namun krisis yang terjadi dapat membawa dampak negatif terhadap nilai PDB riil. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat inflasi sebagai salah satu dampak menurunnya nilai tukar rupiah.

Oleh karena inflasi tersebut, meningkatnya PDB nominal tidak dapat dijadikan sebagai ukuran peningkatan ekonomi maupun penyebaran di setiap strata ekonomi. Tidak hanya inflasi, permasalahan pinjaman perbankan juga memainkan peran penting dalam perubahan sektor riil dan perkembangan dunia usaha. Peran perbankan sangat diperlukan sebagai penyedia dana bagi perusahaan dalam berbagai bentuk pinjaman usaha yang nantinya akan digunakan untuk operasional perusahaan. Apabila hal tersebut dapat terjadi secara berkesinambungan, maka perusahaan akan turut membangun perekonomian. Perusahaan yang terus berkembang akan menjadi target bagi para investor dalam menanamkan dana dalam berbagai bentuk investasi

B.Perumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, rumusan masalah dari penelitian ini,yaitu :

  1. Bagaimanakah pengaruh kebijakan moneter melalui kerangka operasional Money Base Targeting Framework terhadap konsumsi dan investasi di Indonesia?
  2. Bagaimanakah pengaruh kebijakan moneter melalui kerangka operasional Inflation Targeting Framework terhadap konsumsi dan investasi di Indonesia?
  3. Apakah kebijakan moneter dengan kerangka Inflation Targeting Framework atau Money Base Targeting Framework yang lebih mampu meningkatkan tingkat konsumsi dan investasi di Indonesia?

C. Tujuan Penelitian 

Berdasarkan uraian latar belakang dan permasalahan di atas, maka secara umum penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana dampak kebijakan moneter terhadap konsumsi dan investasi di Indonesia. Adapun secara lebih khusus, penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Untuk mengetahui dampak kebijakan moneter melalui kerangka operasional Money Base Targeting Framework terhadap konsumsi dan investasi di Indonesia.
  2. Untuk mengetahui dampak kebijakan moneter melalui kerangka operasional Inflation Targeting Framework terhadap konsumsi dan investasi di Indonesia.
  3. Untuk mengetahui apakah kebijakan moneter dengan kerangka Inflation Targeting Framework atau Money Base Targeting Framework yang lebih mampu meningkatkan tingkat konsumsi dan investasi di Indonesia.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian yaitu:

  1. Bagi peneliti

Penelitiaan ini bermanfaat sabagai salah satu upaya untuk dapat menerapkan teori-teori yang telah diperoleh selama perkuliahan khususnya mata kuliah akuntansi yang berhubungan dengan keuangan. Dan merupakansalah satu syarat  akademik bagi penulis untuk menyelesaikan jenjang DIII di akademi keuangan dan perbankan grha arta khatulistiwa Pontianak.

  1. Bagi akdemik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat member masukan menambah pengetahuan yang berarti mngenai kondisi diluar perkuliahan yang menyangkut tentang rasio keuangan, serta dapat dijadikan bahan referensi yang bermanfaat, juga dapat menambah keperpustakaan yang dapt digunakan oleh mahasisw

E. Metode penelitian

  1. metode kuantitatif

bentuk penelitian studi kasus dimana penelitian studi kasus adalah penelitian yang diteliti bedasarkan data yang telah adasaat ini.

  1. data dan sumber data
  2. teknik dan alat pengumpulan data

alat yang digunakan berupa catatan catatan atau dokumen lainnya dan laporan data keuangan

F. Sistematika penulisan

BAB I Pendahuluan Bagian Ini Berikan Latarbelakang, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian,Manfaat Penelitian, Metode penelitian.

BAB II Kerangka pemikiran. Berisikan teori-teori ekonomi yang memiliki kaitan dengan penelitian ini serta penelitian terdahulu yang menjadi rujukan serta acuan dalam penelitian ini

Bab III.gambaran umum perusahaan  Membahas gambaran umum perusahaan serta tentang jenis dan sumber data, definisi operasional variabel, spesifikasi model, metode pengolahan data, dan prosedur analisis data.

BAB IV kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

B. karya tulis

analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PT astra agro lestari

BAB I

PENDAHULUAN

A. latar belakang

perkembangan pada perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen perusahaan. pada prinsipnya laporan keuangan merupakan sebuah informasi untuk sebuah perusahaan yang bertujuan untuk melihat seberapa jauh perkembangan sebuah perusahaan yang dikelola apakah perusahaan sudah mencapai target atau tidak. penilaian perusahaan sangat diperlukan untuk melihat prestasi kerja perusahaan dan kinerja perusahaan berguna untuk pemengang saham maupun manejemen perusahaaan

penilaian ini juga dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing perusahaan dan kelemahan-kelemahan perusahaan Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan harus lah dianalisa dan ditafsirkan sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam memganalisis laporan keuangan pihk-pihak mempunyai kepentingan-kepentingan yang berbeda-beda

B. Pemasalahan

berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis membuat judul “analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PT astra agro lestari “

C. tujuan penelitian

  1. bagaimana kinerja pt. astra agro lestari diihat dari laporan keuangannya

D.manfaat penelitian

1. bagi penulis

penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai laporan keuangan dan laporan kinerja keuangan perusahaan

2. bagi perusahaan

penelitian ini dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan serta tindakan- tindakan selanjutnya yang berhubungan dengan penggunaan analisis laporan kinerja keuangan

3. bagi pihak lain

sebagai informasi yang dapat digunakan untuk bahan penelitian bagi yang berminat dalam penelitian serupa

 

C. suka dukaku semasa kuliah di AKUB pontianak

suka yang saya dapat saat ku diakub bisa bertemu dengan teman baru dosen dan orang yang membangun energi positif

duka banyak hambatan yang didapat seperti ekonomi ditambah kesulitan kuliah seperti ada beberapa mata kuliah yang sedikit menyulitkan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT.HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada awalnya perusahaan sangat membutuhkan laporan keuangan sebagai alat uji kebenaran keuangan yang masuk dan keluar perusahaan, namun dalam perkembangannya laporan keuangan tidak sekedar sebagai alat uji kebenran saja tetapi juga sebagai dasar untuk melakukan  penilain posisi keuangan perusahaan Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.

Adapun tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri adalah untuk memberikan informasi  yang berguna dalamusan  keputusan-keputusan investasi dan kredit serta berguna dalam menilai arus kas mendatang agar dapat bertahan dalam dunia bisnis setiap perusahaan harus berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam bidang keuangan, hal ini disebabkan karena kegagalan atau kebrhasilan usaha hampir sebagaian besar ditentukan oleh kualitas keputusan yang berkaitan dengan  keuangannya

Dalam suatu badan usaha atau perusahaan mempunyai suatu keputusan dengn memiliki penilaian kualitas yang baik. Penilaian yang paling dominan yang dapat dijadikan acuan untuk melihat badan usaha atau perusahaan untuk menjalankan suatu kaidah-kaidah manajemen yang baik. Salah satu cara untuk dapat melihat kinerja perusahaan adalah melalui analisis laporan keuangan pihak  yang berkepentingan dapat mengetahui perfoma keuangan yang telah dicapai serta dapat memperoleh gambaran mengenai kinerja perusahaan.

Penilaian ini dapat dilakukan dengan melihat sisi kinerja laporan keuangan. Kinerja keuangan melihat pada neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas serta hal-hal yang turut mendukung sebagai penguat penilaian kinerja keuangan tersebut. Menurut munawir (2010:2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas suatu perusahaan

Berikut ni beberapa tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan menurut kasmir (2013:11), yaitu:

  1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan saat ini.
  2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
  3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu
  4. Memberikan informasi jumlah biaya dan dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu
  5. Membeerikan informasi tentang perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.
  6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
  7. Memberikan informasi catatan atas laporan keuangan
  8. Informasi keuangan lainnya

B. Permasalahan

Berdasarkan Uraian Latar Belakang Di Atas, Maka Penulis Merumuskan Permasalah Sebagai Berikut “Analisis Kinerja Keuangan Pada Pt. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk” untuk tidak memperluas permasalahan, maka dibatasi dengan beberapa pembatasan masalah.

C.Pembatasan Masalah

Agar pembatasan masalah tidak menyimpang inti permasalahan, maka penulis membatasi pembatasan ini kedalam sub masalah sebagai berikut:

  1. Berapa besar current rasio pada tahun 2014-2017 pada pt hanjaya mandala sampoerna tbk?
  2. Berapa besar aspek debt ratio dilihat dari solvabilitas tahun 2014- 2017 pada pt hanjaya mandala sampoerna tbk ?
  3. Berapa besar cash ratio dilihat dari likuiditas tahun 2014-2017 pada pt hanjaya mandala tbk

D.tujuan penelitian

Dengan mengacu pada permasalahan yang telah dikemukakan, maka tujuan dari penelitiaan ini adalah :

  1. Untuk mengetahui besar current rasio pada tahun 2014-2017 pada pt hanjaya mandala sampoerna tbk?
  2. Untuk mengetahui besar aspek debt ratio dilihat dari solvabilitas tahun 2014- 2017 pada pt hanjaya mandala sampoerna tbk ?
  3. Untuk mengetahui besar cash ratio dilihat dari likuiditas tahun 2014-2017 pada pt hanjaya mandala sampoerna tbk.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Penulis

Penelitiaan ini bermanfaat sabagai salah satu upaya untuk dapat menerapkan teori-teori yang telah diperoleh selama perkuliahan khususnya mata kuliah akuntansi yang berhubungan dengan keuangan. Dan merupakansalah satu syarat  akademik bagi penulis untuk menyelesaikan jenjang DIII di akademi keuangan dan perbankan grha arta khatulistiwa Pontianak.

  1. Bagi akdemik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat member masukan menambah pengetahuan yang berarti mngenai kondisi diluar perkuliahan yang menyangkut tentang rasio keuangan, serta dapat dijadikan bahan referensi yang bermanfaat, juga dapat menambah keperpustakaan yang dapt digunakan oleh mahasiswa

  1. Bagi perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan bagoi pihak manajemen dalam mengambil keputusan yang bersifat keuangan. Selain itu juga sebagai bahan informasi dan masukan bagi perusahaan dalam rangka pengambilan langkah-langkah kebijakan pada waktu mendatang

F. Metodologi penelitian

1. Metode penelitian

Dalam berbagai penelitian, metode merupakan suatu hal atau cara yang penting untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan oleh seorang peneliti. Menurut sugiono (2016:2) menyatakan “ metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”.

Dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode ialah suatu cara yang sangat berguna dalam melakukan penelitian guna untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai suatu tujuan diperlukan suatu data data-data yang relavan dan rsional sehingga dapat diukur dengan suatu alat pengukur yang pasti dan masuk akal. Agar dapat diperoleh sesuai dengan masalah yang diteliti maka diperlukan teknik atau cara tertentu

Dengan mengacu pada objek berupa data maka penelitian ini mengunakan data deskriftif .

2. Bentuk penelitian

Dalam penelitian ini mempergunakan studi kasus.dimana penelitian studi kasus adalah penelitian yang diteliti berdasarkan data yang ada saat ini.

Dengan objek penelitiaan yang diambil adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dengan menggunakan data sekunder.

3. Data dan sumber data

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut danang sunyoto (2013:21) menyatakan “data sekunder adalah data yang bersumber dari catatan yang ada pada perusahaan dan dari sumber lainnya yaitu dee ngan mengadakan studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku yang ada hubungan nya dengan objek penelitian atau dapat dilakukan dengan mengunkan data dari biro pusat statistic (BPS)”. Data sekunder yang diperoleh penulis yaitu berupa data laporan keuangan periode 31 desember tahun 2014-2017 pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Sedangkan data diperoleh dari website pt hanjaya mandala sampoerna tbk.

4. Teknik dan alat pengumpulan data

a. Teknik pengumpulan data

  1. Teknik dokumenter

Teknik documenter merupakan suatu cara mempelajari data baik baik berupa catatan maupun laporan keuangan dari PT Hanjaya Mandal Sampoerna Tbk.

b. Alat pengumpulan data

Buku catatan, yaikni alat yang digunakan berupakan catatan –catatan atau dokumen lainnya dan laporan keuangan Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

  1. Teknik analisis data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuantitatif. Menurut sugiyono (2008:242),” teknik kuantitatif adalah teknik analisis data yang digunakan sudah jelas yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal’’.

Data yang akan diteliti adalah laporan Keuangan  PT Hanjaya Mandal Sampoerna Tbk. Data-data tersebut akan dianalisis dan akan menjadi tolak ukur dalam kinerja keuangan berdasarkan permodalan dengan aspek current ratio, solvabilitas dengan aspek debt ratio dan likuiditas cash ratio

G. SISTEMATIKA PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN  bagian in berisi tentang latarbelakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian

BAB II kajian penelitian yang berikan terori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang menjadi acuan penelitian sebelum nya

BAB III  GAMBARAN UMUM berisi tentang gambaran tentang gambaran umum perusahaan serta tentang jasa

definisi operasional variabel, spesifikasi model, metode pengolahan data, dan prosedur analisis data.

BAB IV kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN